Indeks
Berita  

Sosialisasi Faktor Risiko PTM, Kemenkes RI dan drg. Putih Sari Edukasi Warga Purwakarta

Foto : Sosialisasi Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari (dok_indojabar)

Indojabar.com, Purwakarta – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari menggelar kegiatan Sosialisasi Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM)yang berlangsung di GOR Galaxy, Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari, Purwakarta, pada Kamis (20/11).

Kegiatan tersebut dihadiri secara virtual oleh drg. Putih Sari, serta turut hadir Ketua DPRD Purwakarta Sri Fuji Utami, perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, tokoh agama, tokoh masyarakat, ratusan warga, dan para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya secara virtual, drg. Putih Sari meyampaikan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mencegah penyakit tidak menular melalui pola hidup sehat dan deteksi dini faktor risiko.

“PTM seperti hipertensi, diabetes, jantung, dan stroke bukan hanya disebabkan faktor usia, tetapi juga pola hidup sehari-hari. Karena itu, sosialisasi seperti ini sangat penting agar masyarakat semakin memahami cara pencegahan sejak dini,” ujarnya.

drg Putih Sari mengajak masyarakat Purwakarta untuk menerapkan gaya hidup sehat melalui aktivitas fisik rutin, konsumsi makanan bergizi, berhenti merokok, menghindari alkohol, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

Sementara itu, Ketua DPRD Purwakarta, Sri Fuji Utami dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada drg. Putih Sari atas konsistensinya dalam memberikan perhatian kepada masyarakat.

“Ada rasa kebanggaan tersendiri kepada Ibu drg. Putih Sari. Beliau adalah wakil rakyat yang selalu konsisten turun ke masyarakat. Semoga melalui sosialisasi ini, masyarakat semakin sadar dan mampu menjalankan pola hidup sehat,” ujar Sri Fuji Utami.

Di tempat yang sama, Perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Muhammad Latuma Payahu S. Km, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Direktorat Penanggulangan Penyakit Tidak Menular memiliki mandat untuk memberikan edukasi terkait bahaya dan pengendalian PTM.

Disebutkan bahwa beberapa penyakit tidak menular yang sering terjadi antara lain kencing manis (diabetes), penyakit jantung, dan kanker, yang semuanya berawal dari faktor risiko.

“Semua penyakit tidak menular bermuara pada faktor risiko. Karena itu masyarakat perlu memahami pentingnya deteksi dini, pola makan sehat, aktivitas fisik, serta meminimalkan kebiasaan yang dapat memicu penyakit tersebut,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Kemenkes juga menyinggung program nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, yaitu cek kesehatan gratis bagi masyarakat. Program tersebut dinilai sangat baik sebagai langkah preventif untuk mendeteksi dini risiko penyakit tidak menular.

“Program Presiden Prabowo tentang cek kesehatan gratis sangat bagus dan selaras dengan upaya pengendalian PTM. Semakin dini terdeteksi, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi,” tambahnya.***

Exit mobile version