Indeks
Berita  

Wisata Alam dan Budaya Bersatu di Leuweung Jati Situ Cigangsa Sambut Tahun Baru 2026

Foto : Ketua ORPAS Asep Opang Bersama Bupati Purwakarta Om Zein dan Kepala Desa Campakasari Darmaji saat di lokasi kegiatan pagelaran seni.(dok_indojabar)

Indojabar.com, Purwakarta – Leuweung Jati Situ Cigangsa, Desa Campakasari, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, menjadi pusat perayaan yang memadukan keindahan alam, kekayaan seni budaya, serta kuliner lokal dalam rangka menyambut Tahun Baru 2026. Kegiatan yang dikemas dalam acara jalan sehat tersebut digelar pada Minggu (28/12/2025) mulai pukul 07.00 WIB.

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Organisasi Pelestari Alam Situ Cigangsa (ORPAS) bersama Pemerintah Desa Campakasari, sebagai upaya menumbuhkan semangat kebersamaan, menerapkan gaya hidup sehat, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan dan budaya lokal.

Ketua ORPAS sekaligus Ketua Panitia, Asep Opang Saruwani, menyampaikan bahwa perayaan ini bukan sekadar hiburan, melainkan menjadi wadah edukasi dan pelestarian alam serta budaya. Menurutnya, Situ Cigangsa memiliki potensi besar sebagai ruang publik yang ramah lingkungan dan bernilai budaya.

“Kami ingin Situ Cigangsa tetap bersih, hijau, dan terjaga kelestariannya. Kegiatan ini adalah wujud kecintaan kami terhadap alam, seni budaya, serta upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM,” ujar Asep Opang.

Acara tersebut diikuti sekitar 2.000 peserta dari berbagai kalangan. Selain jalan sehat, rangkaian kegiatan diisi dengan senam pagi bersama, pembacaan puisi, pertunjukan tari tradisional dari berbagai daerah seperti Bali, Jawa, dan Sunda, serta atraksi pencak silat yang menambah semarak suasana dan menarik perhatian pengunjung.

Bupati Purwakarta yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas inisiatif masyarakat dan kolaborasi yang terbangun. Ia berpesan agar kelestarian alam tetap menjadi prioritas bersama, dengan menjaga hutan tetap hijau, danau bersih, tegalan ditanami bambu, serta lahan pertanian tetap produktif sebagai bagian dari keseimbangan ekosistem.

Selain menjadi ajang olahraga dan hiburan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana promosi UMKM lokal. Puluhan pelaku UMKM menjajakan aneka produk kuliner dan kerajinan khas Purwakarta.

Asep Opang mengungkapkan bahwa jumlah UMKM yang terlibat mengalami peningkatan signifikan, dari sebelumnya 20 pelaku menjadi sekitar 50 UMKM.

“Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan berbasis lingkungan dan budaya mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Ke depan, ORPAS bersama Pemerintah Desa Campakasari berencana menjadikan kawasan Situ Cigangsa sebagai pusat kegiatan rutin. Setiap Minggu direncanakan akan digelar aktivitas seperti senam, pertunjukan seni tradisional, hingga hiburan rakyat guna menarik wisatawan dan menghidupkan kawasan tersebut.

Tak hanya itu, Asep Opang juga berharap Situ Cigangsa dapat dikembangkan menjadi ruang ramah anak, dengan menghadirkan permainan tradisional agar anak-anak lebih kreatif dan tidak terlalu bergantung pada gawai.

Sementara itu, Kepala Desa Campakasari, Aji Darmaji, menjelaska bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam merawat alam sekaligus melestarikan seni dan kuliner tradisional.

“Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Perhutani dan elemen masyarakat lainnya, kami berkomitmen menjaga kelestarian alam serta mendorong pertumbuhan seni budaya dan UMKM lokal,” ujarnya.

Dengan memadukan unsur alam, seni, dan kuliner, perayaan di Leuweung Jati Situ Cigangsa menjadi momentum inspiratif dalam menyambut Tahun Baru 2026. Kegiatan ini tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga sarat makna bagi pelestarian lingkungan, penguatan budaya, serta peningkatan ekonomi masyarakat lokal.***

Exit mobile version